Beranda > Uncategorized > PEDULI THALASEMIA BAGAIMANA MENGUBAH CARA PANDANG

PEDULI THALASEMIA BAGAIMANA MENGUBAH CARA PANDANG

Latar Belakang :
Membaca beberapa artikel pendidikan di Koran Pikiran Rakyat Edisi Sabtu, tanggal 11 Februari 2012 ada kabar gembiranya dan ada juga sedihnya.

Berita Gembiranya :
Berita gembiranya adalah, institusi yang kita banggakan ITB sudah sangat profesional dalam pengelolaan pendidikan dan saya sudah mengalaminya sejak masuknya anak saya Gita Puspita Puri ke Jurusan Farmasi tahun 2011-2012. Mudah-mudahan institusi ini tidak terkontaminasi oleh perilaku-perilaku bejat yang sering diberitakan di kalangan eksekutif birokrat maupun legislatif yang bahkan juga melanda institusi yudikatif.

Berita Sedihnya :
Berita sedihnya, masyarakat kita sudah terlalu mendewa-dewakan otak kiri, sehingga terlalu kaku dalam menyikapi hasil penelitian ilmiah (kedokteran) yang sudah berani memvonis suatu penyakit dengan “pasti dan sangat yakin”.

Bahwa :

1. Thalasemia itu tidak dapat disembuhkan
2. Thalasemia tidak dapat dicegah
3. Thalasemia itu penyakit keturunan
4. Thalasemia itu harus di transfusi seumur hidup

Akhirnya otak dan pikiran kita jadi terbatasi dgn statemen yg dibuat oleh kita sendiri.
Akhirnya, masyarakat kita bukannya terus mencari solusi penyembuhan penyakitnya, malah mencari akibat atau efek lain untuk memberhentikan penularan atau memutus mata rantai penyakit tersebut (alias mengisolasi penyandang thalassemia dari kehidupan bersosialisasi).
Hal ini memang dapat menguntungkan pihak yang tidak ada indikasi “positif thalasemia”,
Tetapi bagi yang “positif thalasemia” mereka selama hidupnya akan dihantui oleh eksekusi dari masyarakat yang meng-isolasi mereka, menolak mereka seperti penapisan yang dilakukan di SMA yang diberitakan PR.
Penderita thalasemia, akhirnya akan frustasi dan minder akibat isolasi masyarakat. Selanjutnya penderta thalasemia hanya bisa menerima dan tinggal menunggu.
Yang jadi pertanyaan adalah :
“Adakah alternatif solusi yang nyaman bagi penderita ?”
“Adakah kabar gembira selain alternatif pemutusan mata rantai penyakit ?.

Benar apa yang dikatakan Mas Ippho Santosa bahwa otak kanan telah dilalaikan dan diabaikan selama ini, tidak terkecuali dunia pendidikan.
Sungguh sangat patut disayangkan, pendidikan konvensional mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi selalu dan terlalu banyak mencerdaskan otak kiri. Terlebih-lebih pendidikan pasca sarjana. Maklum saja perumus kurikulum kan dominan otak kirinya. Hanya proses pembelajaran di playgroup dan TK yang masih menaruh perhatian pada otak kanan.
Sumber : (3) Ippho : xxiv.

Pengalaman yang merubah cara pandang :
Sebelumnya cara pandang penulis juga seperti kebanyakan orang :
1. Thalasemia itu tidak dapat disembuhkan
2. Thalasemia itu tidak dapat dicegah
3. Thalasemia itu penyakit keturunan
4. Thalasemia itu harus di transfusi seumur hidup

Tapi setelah membaca dan proses berpikir berdasarkan pengalaman, selanjutnya saya mengubah cara pandang saya terhadap masalah tentang thalasemia menjadi :

1. Thalasemia itu dapat disembuhkan
2. Thalasemia itu dapat dicegah
3. Thalasemia itu bukan penyakit keturunan
4. Thalasemia itu tidak harus di transfusi seumur hidup

Hasil penelitian di Klinik Psikiatri RSAU MEDAN,
Pengasuh Dr. Alimin, Psikiater.

Keterangan :
Kasus S = Penyakit gangguan setan
Kasus Non S : Bukan penyakit gangguan setan
Sumber : (1) Alimin : 177

Sumber : (1) Alimin : 179

Ket :
Tipe A : Kiriman atau dating sendiri
Tipe B : Kawan jadi lawan
Tipe C : Campuran A dan B
Sumber : (1) Alimin : 179

Ciri-ciri Penyakit :

Tipe B :

1. Kulit keriput seperti kulit orang tua, karena menghilangnya lemak
subkutan, pada kulit betis dan kulit tangan kanan dan kiri.
2. Kelainan pada pandangan mata
3. Tanda-tanda pada badan spt Tipe A

Tipe C :

1. Ciri-ciri campuran keduanya A dan B
2. Keanehan saat wawancara

ANDI di beri sugesti agar yakin akan sembuh dan diajari doa mohon perlindungan kepada Allah (doa keluar masuk WC) karena ditengarai diganggu oleh syetan jantan dan syetan betina. Kemudian syetan (jin) yang jadi penyebab hrs transfuse darah ditangkap dan dipenjarakan (dikarantina) ke dalam botol.

THALASEMIA
TIDAK HARUS DITRANSFUSI SEUMUR HIDUP

Setelah itu berangsur-angsur semakin lama waktu transfusinya sampai suatu waktu tidak lagi transfusi. Sejak kelas III SMP penyakitnya tidak kambuh lagi dan sekarang (11 Februari 2012) anak tersebut sudah kuliah di Universitas Pakuan Bogor semester IV dan dapat berprestasi seperti orang kebanyakan atau bahkan dapat dikatakan bisa lebih baik dari yang lain.

THALASEMIA
BISA DICEGAH

SHINTA (nama samaran) ketika itu kelas 6 SD. Baru gejala-gejala lemas, dibawa ke dokter ahli penyakit dalam. Diperiksa lab, katanya positif thalasemia. Orang tuanya sangat sedih dan berdiskusi dgn penulis membicarakan penyakit yg divoniskan ke anaknya. Penulis berdoa kepada Allah, mohon petunjuk apakah penyakit Shinta bisa disembuhkan ? Ternyata terasa bulu kuduk penulis berdiri dan tanpa terasa kepala penulis mengangguk. Dari kondisi itu penulis yakin bahwa penyakitnya bisa sembuh karena bukan penyakit fisik tapi penyakit gangguan syetan (jin). Asal ybs yakin dan percaya kepada pertolongan Allah dengan doa mohon perlindungan dari syetan jantan dan syetan betina.

Shinta, di beri sugesti agar yakin akan sembuh dan jangan lupa mengamalkan doa keluar masuk WC agar jin pengganggu pergi dan tidak mengganggu lagi.

Penulis meyakinkan orang tua Shinta bahwa manusia bisa saja salah tapi Allah tidak pernah salah. Allah bernama Ad Dharu artinya Yang Mengendalikan Bahaya. Maka kalau tidak mau terkena musibah, mohonlah kepada Yang Punya Musibah. Minta kepada yang punya penyakit agar disembuhkan penyakitnya.

Bisakah kita melawan syetan atau jin yang tidak kita lihat ?
Seorang ulama pernah menerangkan bagaimana cara yang efektif melawan setan (yang kita tahu banyak kelebihannya dari kita).
Ibarat melawan anjing, mana yang lebih efektif berantem dgn anjing atau minta majikan anjing agar menyuruh anjingnya diam dan tidak mengganggu ?
Sekarang Shinta sudah kelas II SMA dan tdk ada yg perlu dikhawatirkan lagi krn terbukti vonis thalasemia tidak terjadi. Shinta semakin bersemangat sekolahnya dan prestasinya lebih baik dari yang lain, berkat sugesti yang positif dari orang tuanya yang mencintai sepenuh hati.

Tips mengatasi Takut Tidak Yakin Ragu-ragu (TTR) dari Prescott Lecky :

1. Keyakinan bahwa kita mampu mengerjakan tanggung jawab kita
sehingga kita cukup mampu menunjukkan kemandirian kita.

2. Keyakinan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang membuat kita
sejajar dengan orang lain dalam hal bakat dan kemampuan, dan
bahwa kita tidak semestinya meremehkan diri sendiri atau
membiarkan diri kita merasa terhina.

Perlu diingat bahwa untuk mengerti dan menggantikan pikiran negatif anda tidak perlu mengubah kepribadian atau kehidupan anda dan tidak pula harus mengubah diri anda menjadi manusia baru.

Sumber : (4) Michalko : 30

Jangan percaya mati pernyataan negatif

Karena bila para penemu percaya pernyatan negatif, maka tidak akan ada temuan baru yang inovatif.
1. “Kudalah yang akan terus kita pakai, mobil hanyalah hal baru –
sebuah keisengan”. Pernyataan Presiden Michigan Savings Bank,
ketika menasehati pengacara Henry Ford untuk tidak
berinvestasi di Ford Motor Company.
2. “Mesin terbang yang lebih ringan dari udara adalah hal yang
mustahil”. Pernyataan Lord Kelvin, 1895.
3. Video tidak akan dapat mempertahankan pasar yang ditangkapnya
setelah enam bulan pertama. Orang akan segera merasa bosan
menonton kotak plywood setiap malam”. Pernyataan Daryl F.
Zanuck, Kepala Studio Film 20th Century Fox, ketika berkomentar
tentang televisi pada 1946.
4. “Semua hal yang dapat ditemukan telah ditemukan”.
Pernyataan Charles H. Duell, anggota Komisi Kantor Paten
Amerika, dalam laporan 1899 kepada Presiden McKinley, yang
mengusulkan agar Kantor Paten ditutup.
5. “Siapa sih yang mau mendengarkan para aktor berbicara ?”.
Pernyataan Harry M. Warner, Presiden Warner Bros, Perusahaan
Film pada 1927. Sekarang banyak aktor yang bahkan menjadi
gubernur dan pejabat lainnya.

Sumber : (2) Dryden :

http://www.gusmus.net/page.php?mod=dinamis&sub=8&id=130

THALASEMIA
BUKAN PENYAKIT KETURUNAN

Dari 4 hipotesa, 3 hipotesa telah dipatahkan, maka tidak mustahil hipotesa ke 4 pun dapat dipatahkan dengan penelitian dan pembuktian yang akurat. Tidak mustahil gen-gen yang tertangkap oleh alat laboratorium hanyalah bekas-bekas gen-gen yang tertinggal dari aktivitas setan atau jin penghisap darah tersebut, karena Nabi telah menginformasikan pada kita bahwa jin atau syetan itu dapat masuk ke jalan darah kita maka besar kemungkinan dapat mengganggu darah kita.

Daftar Pustaka

(1) Alimin, Dr., Cetakan kedua tanpa tahun.
Penyakit Gangguan Setan dan Penanggulangannya,
Penerbit Rimbow, Medan
(2) Dryden, Gordon, 2000
Revolusi Belajar I – II, Penerbit Kaifa, Bandung
(3) Santosa, Ippho, 2009,
13 Wasiat Terlarang, Penerbit Elex Media Komputindo,
Jakarta
(4) Michalko, Michael, 2001
Permainan Berpikir, Penerbit Kaifa, Bandung
(5) http://www.gusmus.net/page.php?
mod=dinamis&sub=8&id=130
(6) Pikiran Rakyat Edisi Sabtu, tanggal 11 Februari 2012

Disusun oleh: Bahrani, MBA, MM
Email : bahrani237@gmail.com
Tlp. 021-70220343

Kategori:Uncategorized
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: